Minggu, 07 Desember 2008

Let me see the world through Your eyes...


Through these hardest time..
I come to bow down to You...
With all my pain, with all my tears...
Coz I know You carried me always...
Through Your way, I put my feet...
To stand and to keep my eyes to You..
Keep my heart in Your righteousness...
Hold me in to You, Lord...
Never let me change what i've seen....
Just let me see the world through Your eyes....

Jumat, 14 November 2008

(Most thoughts about) Charismatic is just about emotions....


Nope...I'm not talking here as a Catholic Charismatic's haters. I am still Catholic and I am still Charismatic. That's the first things I must clarified before I continue this post...hehehehehe...

Gue cuma mau share some thoughts about the things that became the most important things in our Prayer Meeting, it called Praise & Worship.


Hari ini gue baru sama-sama share soal gimana Praise & Worship sama beberapa temen gue dari Emmaus Prayer Group. Bermula dari concern kita soal gimana PW yang selalu berfokus pada penyembahan yang selalu pengen "naik" dan hanya menjadi sebuah percikan kembang api yang seru di awal, abis itu yah udah aja, ilang dan kesannya cuma satu, "Bagus yah...".
PW yang mungkin akhir-akhir ini menjadi kehilangan konsep dasarnya, menjadi sebuah eksperimen didalam idealis kita sebagai pemusik atau pelayan pujian, tanpa mau memandang kebutuhan umat sendiri yang datang ke PD, dan hanya menjadikan itu sebuah show aja, tanpa mau mengajak umat lebih dalam lagi dalam menjalin hubungannya dengan Tuhan dalam keseharian mereka. Intinya, bagaimana menjadikan PW menjadi sebuah lentera jiwa bagi umat yang datang ke PD didalam keseharian mereka. Ide itu diutarakan sama temen gue yang baru ikut pertemuan SACCRE, dimana spiritual director nya ( gue lupa namanya..hehe) ngomong, kalo akhir-akhir ini banyak banget WL-WL yang cuma menjadikan PW sebagai ajang karaoke, tanpa bisa meninggalkan kesan yang dalam bagi umat saat mereka pulang ke rumah, tidur dan bangun keesokan harinya, kesan itu masih ada didalam hati mereka.

Mungkin secara job desk diatas kertas, itu adalah tugasnya WL...
Yup, bener banget, tapi itu juga berlaku kepada semua dari kita selaku pelayan pujian.
Kita ga bisa berpikir, karena kita hanya pemusik, kita ga bisa meninggalkan kesan itu....
Tapi semuanya itu sudah menjadi satu kesatuan dan paket saat kita menjadi pelayan pujian, bukan saat kita bertugas aja, tapi juga saat kita tidak bertugas, kita harus menunjukkan bahwa PW menjadi sebuah lifestyle kita dan karena itu kita selalu merasakan cinta Tuhan dan selalu diubahkan menjadi seseorang yang lebih baik lagi didalam Tuhan.

Tapi...

Kebanyakan dari kita berpikir, kalo kita ingin meninggalkan kesan yang dalam itu, saat penyembahan, pokoknya harus "naek" dah...musik harus kenceng..WL nya suaranya bagus en bisa improv sampe 12 suara (buset dah...kagak kali ya..wakakaka). Tapi pertanyaannya, apa iya kayak gitu? Gue ga tau kenapa, tapi sebagian komunitas di Indonesia, yang gue liat kayak gitu...mungkin dengan dalih, mereka ingin memberikan yang terbaik buat Tuhan...(hmmm...okeyyy..kasihh dahhh...)

Tapi kenyataannya....

Dalam Karismatik, selalu identik dengan yang namanya musik.

"Music is art. Art is the process or product of deliberately and creatively arranging elements in a way that appeals to the senses or emotions, especially beauty." source: Wikipedia


Musik adalah sebuah karya seni, dan seni merupakan sebuah ekspresi dari emosi kita karena keindahan. Semua musik yang ada dalam gereja adalah sebuah hasil karya seni mengenai keindahan Tuhan. Yup, gue setuju soal keindahan Tuhan itu. Even sometimes, you cannot describe how great and beautiful He is.
But, sometimes we cannot control our emotions when we worship Him.
And that's emotions make worship seems like a force for some people (especially in Catholic) to pray or to sing, or maybe a force to became someone that they don't want to.

Tadi sempet disinggung sama temen gue soal artikel yang ditulis oleh Paul Baloche.
Si oom itu bilang, kalo musik rohani jaman sekarang hanya memperhatikan dari segi musik dan nada saja, bahkan musik bisa menjadi sebuah topeng seseorang dalam memuji Tuhan, topeng dari ketidaktulusan hati seseorang. Karena musik yang bagus, bukan berarti berasal dari hati yang tulus. Musik hanyalah musik...musik adalah sarana...musik hanyalah sebuah gambaran kreatifitas dan emosi seseorang...bahkan musik juga bisa dipelajari....ada teori yang bisa menjabarkan bagaimana membuat musik yang baik dan bagus.

Karena gue pribadi beranggapan dari dulu, musik adalah ilmu pasti dan perasaan.

Saat kita sudah menaruh emosi kita secara berlebih di dalam penyembahan, semuanya akan seperti kita yang memaksakan Tuhan untuk berada dan ber mujizat ditengah kita. Dan semuanya akan menjadi kita yang memerintah Tuhan dengan musik kita yang heboh, dan suara kita yang cukup lantang untuk berdoa dan bernyanyi sampai terkesan seperti Tuhan mempunyai pendengaran yang kurang.
Mungkin kita tidak usah dulu melihat dari saudara-saudara kita yang berada di gereja lain, tapi seperti biasa kita sudah seharusnya melihat kedalam diri kita dan komunitas kita sendiri dulu. Apakah kita sudah melakukan penyambahan yang benar? Apakah penyembahan kita benar-benar sudah membawa umat berada lebih dalam lagi didalam hubungannya dengan Tuhan? Apakah PW kita sudah benar-benar menjadi sebuah PW yang fleksible untuk dirubah on the spot sama Tuhan dan tidak menjadikannya itu hanya sebuah songlist karaoke aja?


Mungkin kita bisa mulai dengan melihat Tuhan dan menaruh Tuhan dalam hidup dan hati kita secara benar dan bijaksana dengan dasar pandangan dari hati kita akan Tuhan yang selalu mendengar even saat kita berbisik sekalipun kepada Dia. Mulailah mencari Dia dengan mulai belajar mendengarkan dan memberikan Dia kesempatan Dia untuk berbicara kepada kita di dalam keheningan.

Emosi emang diperlukan, tapi apabila kita bisa memakai nya itu juga secara benar dan dengan porsi yang cukup, itu juga akan menjadi sebuah bagian yang indah, bukan bagian yang mengganggu.

Cobalah kita belajar untuk menyembah Tuhan didalam keheningan terlebih dahulu, membiarkan emosi kita akan Tuhan membakar hati kita didalam, bukan secara tindakan dan kelakuan, dan membiarkan emosi itu diubahkan menjadi sebuah passion akan Tuhan yang Tuhan sendiri tanam didalam hati kita dan mecoba untuk mulai bernyanyi atau bermain musik dengan sederhana dan dengan hati kita yang sudah terbakar dengan passion itu.

Gue yakin masing-masing dari kita pasti akan diubahkan menjadi seorang pelayan-pelayan pujian yang humble, dewasa, dan bijak jika kita mau tetap memandang Tuhan dan menaruhNya di tempat pertama dalam hidup kita.

I hope it works with you guys....

GB...
Keep humble in His love...


Sabtu, 08 November 2008

Healer...

Posting sebelumnya gue sempet ngebahas soal penulis lagu Healer yang ada di album Hillsong yang paling baru, This is Our God. Lagu ini kabarnya udah dicabut dari album Hillsong yang paling baru itu, karena ternyata sekitar bulan Agustus kemaren, sang penulis membuat suatu pengakuan kepada publik soal kebohongannya akan kanker yang selama 2 tahun ini dia derita.

Michael Guglielmucci, adalah seorang youth pastor in one of the biggest youth church in Australia, Planetshakers. Mike, merupakan anak dari pendeta di salah satu gereja di Selatan Adelaide, Australia. Bulan Agustus lalu, doi membuat pernyataan bahwa kanker yang dia derita selama 2 tahun ini adalah bohong dan dia mengaku kalau dia ada seorang porn addict. Selama ini dia juga bukan hanya membohongi gereja nya, tapi juga membohongi istri dan seluruh keluarganya. Ga lama setelah itu, The Australia Christian Churches langsung nge-bend doi dari lingkungan gereja di Australia. Bokapnya yang merupakan pendiri dari Edge International Church di Adelaide, langsung membuka pers conference dan mengumumkan akan mengembalikan seluruh uang sumbangan dari umatnya yang udah diberikan kepada yayasan selama masa 2 tahun ini.

Just check out the video from youtube...






Jujurnya, setelah gue nonton video pengakuan nya tersebut, gue malah menjadi cukup respect dan salut sama dia. Ga ada pikiran sama sekali untuk nge-judge dia as a 'fraud' seperti yang ditulis di media, tapi malah kejadian ini membuat gue jadi kembali merefleksi diri gue lagi, dan bukan refleksi diri aja, tapi berpikir kembali akan apa yang mungkin Tuhan kehendaki dari kejadian ini.

Banyak pertanyaan yang muncul seputar kejadian ini tentunya...
Kenapa dia berbohong?
Kenapa lagu tersebut bisa menempati urutan kedua di ARIA chart?
Kenapa pada saat konser, lagu itu bisa membawa umat berdoa dan menyembah Tuhan?
Kenapa lagu itu bisa menjadi inspirasi banyak anak muda diseluruh dunia?
Kenapa dia punya keberanian untuk membuat pengakuan kepada publik?
dan...
Kenapa Tuhan membiarkan itu semua terjadi?

Kemaren ini, gue sempet ngebahas dengan Rhea soal kejadian ini. Dia bilang soal lagu ini, mungkin emang bener si Mike butuh 'healer', tapi bukan untuk penyakit kankernya, tapi untuk 'porn addiction' nya dia itu. Dan gue mikir, yupz...bener banget. That's why, lagu itu tetep dipakai Tuhan untuk memberkati orang-orang yang mendengarnya. Karena mungkin sewaktu dia menulis lagu itu, dia mungkin benar-benar membutuhkan seorang 'healer'. Even dia bohong, in the end Tuhan tetep melihat hatinya dia yang benar-benar hancur saat itu karena gue yakin deep inside his heart he is really broken because of his sin. Dan gue yakin, kekuatan yang dia dapat untuk membuat suatu pengakuan pasti dari Tuhan, dan pasti masih ada setitik kebaikan didalam hatinya dibalik kebohongannya yang besar itu, karena dititik itulah Tuhan menyentuh dia untuk membuat suatu kebenaran.

Tapi yang menjadi pertanyaan gue, apakah kita semua yang sudah lama berkecimpung di dunia pelayanan ini mau dengan humble mengakui segala kekurangan kita...? Apakah kita masih berpikir gengsi akan kehilangan nama dan pamor kita sebagai orang ternama di pelayanan?
Dana dengan tidak bermaksud nge-judge siapapun, apakah ternyata kita sudah terlalu sombong karena telah menjadi "seseorang" di pelayanan yang padahal Tuhan sendirilah yang telah menjadikan kita sebagai "seseorang" di pelayanan...?

Guys, gue pribadi cukup shock waktu denger berita ini, karena gue sendiri udah beli CD+DVD nya Hillsong yang terbaru. even gue masih bingung aja kenapa Mike yang tadinya di Planetshakers bisa muncul di Hillsong. As a human, gue pasti punya pikiran yang langsung ngejudge dia, minimal gue akan berpikir, "Gile, parah amat...", yang gue yakin itu dah cukup menghakimi seseorang. Tapi gue nyadar kalo gue salah. Apalagi setelah nonton pengakuannya dia, gue tau, kalo gue salah banget langsung menilai seseorang kayak gitu dan mungkin kita sering kali menilai orang seperti itu didalam hati kita secara ga sadar.

Mungkin kejadian ini gue share ke teman-teman adalah untuk jadi bahan renungan kita juga yang terutama udah lama banget di pelayanan. Sometimes, secara ga sadar, banyak hal yang kita lakukan itu sudah melampaui kehendak Tuhan sendiri. Banyak hal yang kita lakukan di pelayanan dengan menggunakan excuse kehendak Tuhan, excuse untuk memenangkan jiwa, dan lain sebagainya. Tapi secara kita ga sadar, semua rencana, kata-kata, pikiran, bahkan hati kita bukan lagi diliputi oleh kehendak dan rahmat Tuhan yang sebenar-benarnya, malah kita telah membungkus hati dan pikiran hanya dengan ambisi kita, ke-egoisan kita, atau dengan kehendak manusia kita sendiri, dan tanpa tersadar, kita sudah terbawa jauh dan hanyut menjauh dari Tuhan sendiri.

Satu hal yang kemaren-kemaren ini gue bahas sama temen gue, kadang kita suka ingin tahu apa yang Tuhan pikirkan saat kita ingin tahu apa yang Tuhan mau didalam hidup kita. Kalau kita mau berpikir seperti Tuhan, itu ga akan pernah bisa, malah buntutnya kita bisa jadi sesat. Karena banyak banget kejadian-kejadian yang kayak gitu, saat kita sudah mulai berpikir sedalam-dalamnya tentang Tuhan dan apa maunya Tuhan, kita akan menjadi ga tau. Semakin kita meneliti Tuhan sampai sedalam-dalamnya, bahkan sampai ke konsep pemikiran dan lain sebagainya itu, kita malah semakin ga tau Tuhan sapa, karena saat kita mulai seperti itu, kita sudah bermain sebagai Tuhan, which is menurut gue itu ga bener sih. Yesus sebagai Allah manusia adalah sebagai sebuah contoh konkrit se-konkritnya, seorang role model kita dalam menjadi manusia, namun karena dosa dan ambisi kita, banyak sekali perbedaan maksud dan pikiran mengenai apa yang Yesus lakukan itu sehingga kita menjadi salah mengaplikasikannya kedalam hidup kita, kedalam orang-orang disekitar kita, bahkan ga sedikit juga yang menjadi salah konsep dan pemikiran sehingga menjadi banyak yang salah arah dan sesat. Dan gue rasa itu juga yang menyebabkan di dunia ini menjadi banyak sekali denominasi dan komunitas, karena semua itu yang menyebabkan adalah ambisi dan politik-politik kita sendiri yang kita ciptakan didalam gereja atau komunitas.

In the end, pembicaraan gue en temen gue sampai pada satu kesimpulan...

Think simple....

Karena satu hal yang gue temuin, Yesus adalah Allah Putra, ada satu sisi pribadi dari ke-allahan Yesus dibalik sisi manusianya yang ga bakal bisa kita pikirkan dengan akal budi manusia kita yang sangat-sangat terbatas dan kecil ini. Karena Allah adalah Maha Besar dan Tak Terbatas. Karena jika kita sudah mulai memikirkan menjadi seperti Yesus di bagian yang itu, berarti kita secara ga sadar mulai mencoba menjadi tuhan atas pikiran kita, hati kita, dan lebih parahnya lagi mungkin bagi orang-orang disekitar kita.

So kalo orang jowo bilang, "Ojo neko neko lah, son..."

Just think simple...
Just admit it, that we all need the Healer everyday regarding our sin....
Keep humble in His love....
And try to be a better person each day by loving people around us...

GB...

Minggu, 05 Oktober 2008

Are we playing god?

Beberapa hari lalu, sempet ketemu sama beberapa temen lama gue yang kebetulan dateng ke sini buat menghadiri acara pernikahannya seorang temen juga. Beberapa temen yang juga udah lama ga ketemu karena ada yang pindah dan ada juga yang udah ga keliatan lagi di pelayanan.

Beberapa topik pembicaraan pun keluar untuk kita semua bahas ( bukannya gosip loh ya...hehehehe). Kebanyakan ngeliat keadaan dari ladang pelayanan kita waktu dulu pernah bareng-bareng, ngeliat keadaan kita sekarang masing-masing, dan ngeliat keadaan sekarang gimana setelah kita masing-masing setelah diluar komunitas yang dulu kita pernah bareng-bareng.

Engga tau gimana, terbersit dipikiran gue kata-kata "playing god" setelah temen gue itu ngebahas suatu kejadian dan dari topik yang dia bahas itupun gue kayak nyadar, apa kita selama ini di pelayanan itu playing god kepada sesama kita ato sama anak-anak yang baru mao pelayanan, ato juga sama anak-anak yang kita kadang menganggap 'level' rohaninya di bawah kita, sehingga dengan begitu kadang kita bisa mengatur mereka, atau lebih tepatnya mendikte mereka dan lebih parahnya lagi mengatur kehidupan pribadi mereka bahkan kita bisa secara engga sadar membatasi ruang lingkup pelayanannya mereka.

Mungkin karena attitude mereka, mungkin karena sikap mereka, ato mungkin dengan cara kerja mereka yang di mata kita, semuanya itu engga bener sama sekali. Attitude mereka yang sembarangan, cepet marah, ato juga kita bisa punya alesan engga mao pelayanan dengan orang itu karena attitudenya yang sama sekali engga cocok sama kita. Mungkin kita takut bentrok, ato takut berantem. Tapi apakah semuanya itu bisa dijadikan alasan jika terkadang kita sering bilang kalo dalam sebuah komunitas, kita dibentuk dengan orang-orang yang seperti itu? atau kalo kita mau refleksi sejenak, mungkin kita nya sendiri juga yang seperti mereka di mata mereka, dan mereka juga bisa dibentuk dengan kita yang ada di hidup mereka. Tapi kalo itu semua engga bikin kita sadar dalam berkomunitas, jadi apa artinya pepatah 'besi menajamkan besi'??

Gue engga tau gimana, tapi anehnya akhir-akhir ini, gue banyak banget liat, kalo banyak orang yang jadi agak sedikit kurang waras setelah mereka lama di pelayanan. Mereka terlalu banyak terobsesi dengan kehendak Tuhan, menerjemahkan apa yang diajarkan Yesus di alkitab dengan banyak pemikiran dan logika, kemudian diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan mereka didalam komunitas dan gereja. Gue cuma sedih aja ngeliatnya, karena lama-lama semua yang Tuhan mau dan ajarkan didalam alkitab, kita jadikan alasan dan excuse untuk melakukan semua yang menjadi kehendak, obsesi, dan ambisi kita pribadi semata.

Tadi gue baru dapet kabar dari seorang temen. Dia tiba-tiba ngasih link soal salah satu lagu yang ada di album terbarunya Hillsong. Lagu itu judulnya "Healer", sebetulnya lagu itu dikeluarin pertama kali oleh Planetshakers, tapi gue cukup surprise waktu pertama kali beli albumnya Hillsong, karena yang nyanyiin lagu itu pun juga salah satu pastor nya Planetshakers, dan disitu dia kesaksian kalo dia baru sembuh dari kanker ganas, dan waktu itu dia dapet lagu ini dan dia tulis lagu ini, dia kesaksian tuh ada DVD nya, en pas konser itu, gue liat dia masih pake selang buat oksigen (katanya...). But guess what, ternyata kesaksiannya itu boong, bo!! Gue ampe terbengong-bengong bacanya. Akhirnya gue baca di Wikipedia, di langsung di bend sama komunitas gereja di Aussie, dan lagu "Healer" itu langsung dicabut dari albumnya Hillsong. Good news nya, gue bilang sama temen gue itu, akhirnya di seluruh dunia ini, ga ada satu pun gereja Kristen yang bisa bertahan, even Hillsong yang udah gede gitu. Ynag bertahan cuma satu gereja, yaitu Gereja Katolik. Hehehehehehe.....!!!

Back to topics, Akhirnya gue mikir, sampe segitu parahnya kah??? Dan gue yakin juga masih banyak banget orang-orang yang mungkin parahnya juga dibidang laen. Mungkin dibidang poliik gereja (even gue benci banget kalo kata-kata politik di sangkut-pautin dengan gereja dan komunitas!!), yang menurut gue ga bener aja kalo maen politik itu di gereja, karena even ga ada komunitas yang sempurna di dunia ini even itu didalam gereja, tapi apakah kita juga pantas menambahkan ketidaksempurnaan itu dengan bermain politik didalam gereja yang terkadang secara kita ga sadar itu adalah ambisi kita semata tapi kita selalu berdalih kalo itu adalah maunya Tuhan?? Apakah kita ga percaya dengan penyelenggaraan Tuhan sampai-sampai kita perlu melakukan politik itu??

Or we just playing god after long time we've been in ministry?
playing like we knew everything that we're gonna do is right?
playing like we knew everything's that we've planned is God's plan?

Ga ada yang tau pasti apa yang Tuhan rencanain didalam hidup kita. Karena semua itu kita belajar dari apa yang kita lewatin selama ini bersama Tuhan, belajar dari kata-kata Tuhan dalam alkitab dan ajaran gereja. Even kita udah hebat, mahir atau punya ' jam terbang' tinggi di pelayanan dan punya 'level' rohani yang tinggi, ga berarti kita berhak menentukan semua nya apa yang kita putuskan atau kita beri saran ke orang itu benar, bisa jadi itu adalah karena kesombongan kita semata. Karena ga ada yang tinggi 'level' rohaninya di hadapan Tuhan, ga ada yang punya 'jam terbang' tinggi dihadapan Tuhan, karena semua sama, sama-sama belajar, sama-sama punya kelemahan, sama-sama punya kelebihan, karena itu kita semua diciptakan untuk saling melengkapi terutama dalam satu komunitas. Pasti ada alasan kenapa ada seseorang yang ditaruh didalam kehidupan kita, dan terutama didalam komunitas kita. Yang gue tau pasti, pasti orang itu ditaruh Tuhan untuk ngebentuk pribadi kita, even ga tau gimana caranya, tapi tetaplah berpegang pada kasih terhadap sesama. Jngan pernh merasa tinggi terhadap sesama, karena mungkin suatu kali kamu lah yang akan direndahkan nantinya.

Keep our faith in Jesus Christ,...
Keep praying...
Keep humble...

God Bless...

Senin, 01 September 2008

Hope is..


Something I can keep in my heart..
Something can keep me still running...
Something that make me can say, " Yes, I can.."
Something can keep my heart still alive...

Something can make me still stand on my feet...
Something can make my eyes still see...
Something can make my mind still in positive way...
Something can make my heart still feels...

Something can recharge my energy to walk...
Something can give strength to love again...
Something can make me see there's still a future in front of me...
Something can make me still believe...

Sabtu, 30 Agustus 2008

My Dreams pt.1 - Family

" Someday..we'll be together...someday..."

Sebenernya suatu langkah yang cukup besar kalo gue mao ceritain tentang latar belakang keluara gue, even ga secara detail nantinya, karena akan amat sangat banyak banget yang bakal gue ceritain dan akan memakan banyak blog untuk itu. Tapi, semua masa lalu gue dan sekarang yang lagi gue jalanin ini, itulah yang jujurnya ngebentuk diri gue dan hidup gue.

Gue lahir 27 taon yang lalu didalam keluarga Katolik, and honestly, keluarga gue merupakan keluarga katolik pertama dari garis keturunan nyokap and bokap, and semua itu pelopornya adalah karena nyokap gue. Keluarga nyokap gue dulu, bukan penganut agama Katolik, dan secara amazingnya, Tuhan memakai seorang guru di sekolah nyokap gue, yang kebetulan nyokap gue waktu SMP sekolah di Santa Maria, buat mulai belajar menjadi seorang Katolik. Amazing nya lagi, setelah itu, pelan-pelan semua keluargnya pindah ke Katolik, termasuk bokap gue dan sampai akhirnya anak-anaknya ini dibaptis dri lahir.

Tumbuh didalam keluarga yang cukup harmonis awalnya, menjadikan gue anak yang kalo gue pikir-pikir sekarang, cukup manja. Tapi semuanya itu menjadi 180 derajat terbalik setelah gue mulai lulus SMA, dimana Indo waktu itu lagi krismon. Keluarga gue pelan-pelan terpecah karena kondisi ekonomi keluarga gue yang mulai berantakan dengan keadaan kerjaan bokap gue yang semakin menurun juga.

Keadaan itu juga bikin gue semakin hari ga bisa menerima keadaan keluarga, keadaan ekonomi, dan awalnya, gue tumbuh jadi anak yang cukup arogan. Gue pernah sekali-kalinya dalam hidup gue menyalahkan Tuhan dan marah banget sama Tuhan karena keadaan itu. Gue tumbuh jadi anak yang pemberontak semasa kuliah. Tapi pada saat gue marah sama Tuhan, gue inget bgt kalo ada satu kejadian dimana Tuhan bener-bener masih ngejagain gue dari bahaya.

Semakin hari selama gue kuliah, keadaan keluarga gue ga semakin membaik, malah makin parah, dah ga ada komunikasi lagi sama sekali antara bokap gue dengan gue bertiga, nyokap, gue dan cici gue, dan semakin lama, rumah serasa neraka, rumah serasa cuma jadi tempat kos yang tinggal bersama-sama orang asing. Dan banyak kejadian dimana masa-masa perkelahian mulut antara mama, cici dan gue dengan bokap. Ada satu kejadian juga dimana gue hampir mukul bokap gue sendiri karena gue mao ngebelain cici gue saat itu, tapi sekali lagi Tuhan masih menjaga gue dari kutukan atas kekurang ajaran gue terhadap orang tua.

Semua kejadian itu menuju pada puncaknya dimana bokap gue memutuskan buat meninggalkan rumah dan meninggalkan segalanya, termasuk kewajibannya sebagai seoarang kepala keluarga untuk manafkahi kami bertiga dan itu semua tentu saja sangat sangat meninggalkan luka yang begitu amat sangat dalam bagi kami bertiga.

Tawaran teman gue yang non-Katolik mengenai "lahir baru" dalam istilah mereka tentunya, langsung gue setujuin karena pada waktu itu gue lagi bener-bener hopeless soal keluarga gue yang gue rasa semakin hancur aja dan keadaan hubungan gue dengan nyokap en cici gue yang juga makin buruk, dan juga keadaan pribadi gue sendiri yang semakin hari makin jauh aja dari Tuhan. Kenapa waktu itu tanpa pikir panjang gue langsung iya-in?? Karena temen gue waktu itu berhasil 'memenangkan' gue dengan ayat, "dimana satu orang bertobat, maka dia dan seisi rumahnya akan diselamatkan..". pada saat itu, gue cuma pengen keluarga gue dipulihkan dan bosa diselamatkan oleh Tuhan. Jadi saat itu juga gue memutuskan ngasih hidup gue ke Tuhan buat keluarga gue, disamping kerinduan gue untuk bermain musik buat Tuhan.

Keadaan keluarga gue pun ga semakin membaik waktu awal-awal gue mulai pelayanan, yang ada malah ribut mulu sama nyokap gue karena banyak banget waktu gue yang gue pake buat pelayanan, dan bukan ama nyokap aja...kalo gue dah ribut ama nyokap, gue berarti juga harus berhadapan dengan cici gue...tapi tiap kali ribut, gue inget ada kata-kata yang cukup ga reasonable buat mereka waktu itu, " Aku ngelakuin ini semua, buat kita juga, buat keluarga ini..", yang ada, tiap kali setelah gue ngomong kalimat itu, nyokap gue malah tambah mencak-mencak, karena menurut dia yah ga make sense aja, kenyataannya, sekarang malah tambah sering ribut antara gue dan nyokap. Tapi setiap momen yang gue dapet bersama Tuhan di pelayanan, makin membuat gue ga bisa berhenti di pelayanan, dan secara ga sadar, Tuhan semakin menambahkan iman gue hari lepas hari.

5 tahun lebih sudah sejak gue balik ke pelayanan lagi. Bukan waktu yang sebentar, dan bukan jalan biasa yang gue lalui selama 5 tahun itu, tapi jalan tol, dimana gue brasa banget semua perubahan yang ada di hidup gue cepet banget tapi semuanya itu pasti ada harga yang harus lo bayar dalam bentuk pengorbanan ini itu. Once you pass the payment counter, you'll driving past to the next gate, and their waiting for your payment again, and why i said, we are on the highway, because Jesus allow us to drive fast if we want to surrender, if we want to give our life to Him with our sacrifice.

Beberapa bulan yang lalu gue ngobrol-ngobrol sama nyokap gue. Ngobrol soal keluarga, ngobrol soal personal. Dan gue cukup surprise dengan satu statement yang selama 5 tahun ini gue tunggu keluar dari nyokap gue untuk membuktikan kerja dan kuasa Tuhan atas keluarga gue. Nyokap gue bilang kalo dia ngerasa suasana rumah gue jadi beda sejak gue aktif banget di pelayanan, dan dia ngerasa semuanya di rumah jadi better banget. Gue langsung nangis spontan waktu itu. Nangis seneng, nangis dengan hati memuji Tuhan dan bersyukur sama Dia.

Sekarang, bukan berarti juga semua masalah di keluarga gue jadi beres. Engga juga, even gue juga suka berpikir, kadang-kadang gue ngerasa tetep jadi pembuat masalah dan pemberontak didalam keluarga, dan gue juga ga perfect, masih banyak keputusan-keputusan yang gue ambil masih berasa salah awalnya, even ada beberapa yang gue sangat bersyukur sama Tuhan kalo Tuhan selalu memberkati setiap keputusan gue didalam segala hal.

Sekarang masalah bokap gue dan keluarganya pun juga masih belum selesai, dan masih banyak luka yang tertinggal di keluarga gue, di mama dan cici gue yang tadinya gue berusaha untuk mengarahkan mereka selalu ke pemulihan akan luka batinnya mereka, tapi terkadang mungkin banyak juga salah dalam melakukannya sehingga malah menambahkan luka-luka yang baru bagi mereka. Gue sekarang hanya berusaha dan berusaha dan berdoa terus untuk luka-luka batin nyokap dan cici gue, supaya mereka semakin hari juga bisa sadar akan peran serta Tuhan didalam hidup nya mereka dan bisa semakin dekat dan memuji Tuhan akan kebesaranNya.

Kata-kata yang paling awal diatas itu adalah salah satu lirik dari lagu Someday-nya John Legend yang jadi soundtrack film favorit gue, August Rush.
Lagu itu bisa mewakili mimpi gue untuk keluarga gue, yaitu someday, keluarga gue akan bersatu lagi dari perpcahannya, karena gue yakin, kalau Roh Kudus bekerja ditengah keluarga gue, bukan perpecahan yang ada, tapi kesatuan, kesatuan dengan cinta Tuhan, dimana bisa saling mengerti, saling menerima satu sama lain, dan semakin dekat kepada Tuhan.

Untuk masa depan, mimpi gue dan janji gue sama Tuhan cuma satu...
Mengajarkan anak dan cucu gue siapa kah Tuhan gue. Kepada siapakah mereka seharusnya takut dan berserah, sampai akhirnya, Tuhan bisa juga memakai garis keturunan gue menjadi terang bagi dunia ini untuk cinta Tuhan.

Keep my dream flying high, with wings that made from God's love...

GB...

Jumat, 22 Agustus 2008

What my name means...

What Leonard Giovano Means
You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow.
You are light hearted and accepting. You don't get worked up easily.
Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

You are well rounded, with a complete perspective on life.
You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.
At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic "Type A" personality.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.
You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.

You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don't appreciate them trying to interfere in your affairs.

You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.



You are very hyper. You never slow down, even when it's killing you.
You're the type of person who can be a workaholic during the day... and still have the energy to party all night.
Your energy is definitely a magnet for those around you. People are addicted to your vibe.

source :http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz/

Kamis, 14 Agustus 2008

Painless like a child ( Simple Reflection )


Hari Selasa kemaren gue tumben banget bisa sempet misa harian. Bisa keluar kantor on time, karena janjian juga sama temen yang baru aja pindah kemari. Jadi tentu aja gue ga akan ngelewatin waktu buat ikut misa harian yang cuma set jam-an itu.

Sesuai dengan bacaan hari ini, dari injil Matius, dimana kita diberi perumpamaan oleh Yesus bahwa hanya menjadi seperti seorang anak kecil, kita bisa masuk kerajaan sorga. Dalam kotbah, gue suka banget dengan kata-kata pastornya, yaitu, katanya selama ini kita semua sudah menjadi amat sangat negatif, negatif terhadap sesama kita, negatif terhadap hal-hal di hidup kita, dan juga negatif terhadap diri kita sendiri. Mulailah menjadi seperti anak kecil. Karena anak kecil lebih bisa bersikap positif. Positif terhadap orang-orang di sekitarnya dengan keceriaannya dan tetap optimis akan orang lain dengan kepolosannya, bersikap positif saat menghadapi sakit, dengan semangatnya yang selalu ingin bermain dan bermain, mereka selalu meng-ignore sakitnya mereka dan tetap berusaha bermain dan beraktifitas.

Sewaktu pulang dari misa, gue nunggu bus di sebuah halte yang berada di seberang gereja. Sekali lagi Tuhan menyentuh hati gue lewat seorang anak kecil yang berlari-lari didepan gue. Anak itu kecil banget, tapi dia membawa tas ransel yang gede banget. Dia tetap berusaha berlari dengan beratnya, seperti mengejar sesuatu, dan ternyata dia ngejar kakaknya yang sedang berjalan tapi agak cepat jauh di depan dia.

Kadang-kadang kita emang semua dah terlalu manja denga kehidupan kita. Mungkin karena sakit hati sedikit, kita jadi gampang terluka, atau mungkin gampang tersinggung dengan sesama kita. Mungkin juga disaat kita sedang punya beban yang berat, justru kita malah bermanja-manja dengan tidak mau mencoba menjalani kehidupan kita dan menjadikan semua itu excuse bagi diri kita.

Guys, kalo dilihat dari contoh anak kecil yang diatas, dan kotbah pastor pada bacaan hari ini, kayaknya emang kita perlu lebih lagi belajar untuk menjadi anak kecil di hadapan Tuhan, seperti anak kecil yang selalu berharap dan percaya akan Bapa nya, anak kecil yang selalu mau bermain dan bermain bersama Tuhan, anak kecil yang selalu bisa menyenangkan hati Tuhan, anak kecil yang ga perduli seberat apapun beban yang dia bawa, tetapi dia tetap berlari untuk menggapai Tuhan. Hati seperti itu lah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

So,are you dare to be painless??

God Bless…

Minggu, 10 Agustus 2008

You are...

Do=E

Walking with You is never end
When all the troubles surround me
I'll keep my feet standing for You

Praising You is have no end
With all my life and all my soul
I'll keep singing to You alone

Chorus:
Cause You are my God
You are my song
I always sing

You are my tower
You are my hope
You are the strength
I'll keep forever in my life


"...a new song from me to Him. After a few months I didn't write a new song, today i try to write again as a praise for His kindness and greatness in my life..."

Listen the song on this video, i hope you'll enjoy it...

Sabtu, 09 Agustus 2008

Loving someone is….(a chance to take a step out from our comfort zone…)

Dalam hidup, kita sering kali terjebak dengan yang
namanya masa-masa dimana kita merasa aman, nyaman dan
semua terasa berjalan baik-baik aja dan kalo kita dah
berada didalam masa-masa itu berarti kita udah dalam
comfort zone alias zona nyaman dalam bahasa Indo
nya…hehehehe….

Nyaman…hmmmh..sebenernya apa sih arti kata dari nyaman
itu sendiri..?
Apakah berarti aman dari segala masalah? Nyaman karena
bias ga ngapa2-in? ato apa ya? Jujur gue sendiri juga
susah mendeskripsikan itu karena semua orang punya
standard sendiri2 dalam hal nyaman…bener ga? Bagi gue
pribadi, nyaman tuh berarti bebas dari masalah hidup,
financial, semua berjalan oke2 aja, baik dalam
keluarga, ama pasangan kita, pelayanan, dalam
komunitas…huaaa…pokoknya have a fantastic life deh…(
kayak kata Phakist…hehehehe!). But you know what, kita
ga akan pernah punya itu semua kalo kita ga pernah
step out from our comfort zone…bukannya berarti Tuhan
juga ga bisa ngeliat kita seneng dikit…tapi hidup kita
pun juga ga pernah bisa berkembang kalo kita ga pernah
bisa keluar dari comfort zone kita….
Gue jadi inget film Spider-man 2, waktu si Peter
Parker mencoba balik lagi untuk hidup jadi orang biasa
lagi dan mencoba melepaskan identitasnya jadi
Spider-man…culun banget ga seh? Dia pikir, dia mao
lari dari hidupnya sebagai Spider-man yang di satu
sisi tenar, tapi di satu sisi gampang banget di caci
maki orang kalo dia buat salah, apalagi pers yang
nyari2 kesalahan Spidey…mungkin kita liat kalo dia
enak banget hidup bisa jadi Spider-man..but still
being Spidey it’s not a comfort zone for Peter Parker.
Tapi dia tetap mao jadi Spider-man karena dia
mencintai sesamanya untuk menolong orang-orang
disekitarnya.
Mungkin kalau mau disamakan, kita bisa melihat pada
diri kita sendiri dulu yang ( katanya…) mencintai
pasangan kita.
Waktu pertama kali pacaran, mungkin kita ga sadar kalo
kita udah ngambil sebuah langkah untuk keluar dari
comfort zone kita….karena cinta, betul ga??? Tapi
semua itu kita lakukan secara ga sadar. Karena
semuanya masih indah dan baik2 saja, betul??? Coba deh
tunggu beberapa bulan disaat masa ‘honeymoon’ nya udah
abis….huaaa…boro2 deh, apalagi kalo dah berantem mulu
tiap hari…baru nyadar en nyesel deh ama semua
pengorbanan yang udah kita jalanin…nyadar kalo kita
udah keluar dari comfort zone kita, yang tabungannya
abis lah, yang jadi sering rebut ama bonyok lah,
pokoknya semua nya berasa berantakan banget deh…en
udah gitu buntutnya kita milih putus en balik lagi ke
comfort zone kita ampe kita nemuin yang MENURUT kita
sesuai…padahal…percaya deh sama gue, kalo kita masih
mikirnya kayak gini mulu, semua kejadian diatas bakal
kejadian lagi deh…

Waktu Tuhan Yesus menerima untuk di salib….apa itu
udah merupakan comfort zone nya Dia? Guys, di caci
maki, di ludahin, di tampar, di siksa, di pukulin, di
tending, di telanjangin, di paku en di salib…gue rasa
itu sama sekali bukan comfort zone nya Dia ato orang
manapun deh apalagi secara Yesus itu adalah Tuhan dan
Raja yak tapi tetep kan Dia jalanin karena cintanya
Dia sama kita semua walaupun kita dah sering banget
nyakitin Dia….

That’s why I said that ‘loving someone is a chance to
take a step out from our comfort zone…’

Ga segampang itu mencintai seseorang…karena Tuhan
selalu mempunyai alasan untuk menaruh orang2 di dalam
hidup kita…Tuhan juga punya alasan kenapa kita
mempunyai cowo ato cewe seperti sekarang ini…sometimes
semuanya itu memang pilihan kita…tapi apalah artinya
sebuah pilihan kita tanpa disertai dengan tahu apa
yang Tuhan mau dalam hidup kita….sometimes saat kita
memilih pasangan pun cuma berdasarkan maunya kita
aja…pada saatnya kalau kita sudah merasa tidak cocok,
kita dengan gampang nyalahin Tuhan dan meninggalkan
semuanya…padahal dalam mencintai seseorang kita juga
diproses menjadi seseorang yang lebih baik lagi…selama
kita mengikuti kaidah-kaidah mencintai yang benar.
Pengorbanan, pengampunan, pengertian, pelayanan dan
percaya…gue yakin, selama itu semua kita tetap kita
jalani pada porsinya masing-masing didalam suatu
hubungan, semuanya akan menjadi sebuah cinta yang
selalu diberkati oleh Tuhan dan kita akan semakin
menegrti juga kenapa Yesus begitu mencintai kita
manusia dan mau menebus dosa kita.

Walaupun ga segampang itu menurut gue, tapi semuanya
juga ga akan se-susah yang kita bayangin ato
temen-temen yang abis baca tulisan ini. Bukannya gue
pengen nakut-nakutin kok, tapi gue cuma mao sharing
juga berdasarkan pengalaman-pengalaman gue… karena
sampai detik ini pun ga akan ada Leo yang sekarang
kalo gue ga keluar dari Leo yang dulu. Kuncinya cuma
dua, think wise & dare to move on…

Think wise is…kenali diri kita sendiri, kenali masalah
yang ada, kenali orang lain, kasihi mereka, jangan
putus hubungan dengan Tuhan, doa en cari tahu apa
maunya Tuhan, dan tetep fokus ke Tuhan dalam setiap
keputusan yang akan kita ambil...

Dare to move on…kalo yang ini masalah nyali sih.
Berani ga kita to take a chance to step out from our
comfort zone…? Masalah mencintai disini bukan
mencintai sesama kita ato mencintai pasangan kita
aja…tetapi mencintai Tuhan juga… Waktu Yesus berjalan
diatas air di tengah-tengah badai, Petrus mengambil
kesempatan untuk keluar dari perahu dan mulai mencoba
untuk berjalan diatas air…even akhirnya jatuh karena
focus nya dia ter-alih dari Yesus kepada badai di
sekitarnya…, tapi Petrus berani untuk ngambil resiko
itu, dia punya nyali…!

So guys, I dare you to move now…are you afraid??

The Power of Loneliness


Sebetulnya dah dari bulan lalu kira-kira gue nonton film terbarunya Will Smith ini, Hancock. Pertama sih gue kira ini film cuma film superhero biasa aja yang konyol2 gitu deh…ternyata…gue kayak berasa banget meaning dr tuh film…
Pertama kali gue ngeliat karakter Hancock…asli gokil abis tuh orang…hehehehe…super duper slenge-an…niatnya nolongin orang malah bikin semuanya jadi berantakan en super cuek abisssss…

Tapi sejalan itu film gue nyadar, kalo dia begitu karena dia adalah sosok yang terluka, dan kesepian…dan bisa dibilang karena ga ada yang ngurusin…jadinya pemabokan, en semena-mena sendiri gitu..
Pertemuan dia dengan Ray, seorang Public Relation yang punya ambisi dengan proyek “All Heart”-nya dia untuk mengubah dunia, membawa Hancock jadi seseorang yang lebih baik lagi karena Ray punya keinginan untuk menjadikan Hancock seorang superhero yang dicintai dan disuka oleh masyarakat…
Awal pemulihannya adalah dia menjalani konsekuensinya sebagai seorang warganegara yang baik dengan masuk penjara karena aksi2 nya yang dinilai cukup merugikan masyarakat dan kota…

Dengan dukungan dan perhatian dari Ray dan keluarganya, Hancock jadi seseorang yang lebih baik lagi…karena ada orang-orang yang mencintai dan memperhatikan dia…dan dia juga belajar menjadi seorang superhero yang punya etika, even dia harus pake seragam ketat ala superhero yang sebelumnya dia bilang kayak homo…huahahahahahahah……

Perjalanan Hancock membawa dirinya bertemu kepada seorang wanita yang ternyata punya hubungan masa lalu yang panjang dengan Hancock…dan tentu saja punya kekuatan yang lebih besar dari Hancock…Hubungan masa lalu itu lah yang menjelaskan hubungan kekuatan Hancock dengan hubungannya dengan wanita itu, dimana, Hancock harus berada dalam kesendirian jika dia ingin kekuatannya itu tetap ada…jika tidak, ia hanya menjadi seorang manusia biasa saja yang bisa mati ditembak peluru…

Disini gue ga akan cerita selengkapnya, karena bagi yang belum nonton, pasti ga seru lagi kalo gue certain…hehehehehehe…

Meaning yang gue mao sharing sebenernya ada dua sih…
Yang pertama, adalah saat Hancock menjadi seseorang yang lebih baik saat ada orang-orang yang memperhatikan dan mencintai Kalo kita liat dari sisinya Ray, Hancock tuh kayak anak-anak muda sekarang yang ada di ladang yang udah Tuhan sediakan bagi kita semua lagi…Lost and lonely…ngerasa sendiri dan berasa ga dicintai…tapi waktu Ray ngambil keputusan untuk berusaha mengubah hidupnya Hancock, dia juga bertaruh akan hidupnya untuk Hancock juga, secara Ray cuma orang biasa yah…bisa aja kapan aja Hancock ngebunuh dia, ato apapun itu, tapi tetep aja kan Ray mao untuk ngambil keputusan untuk memperhatikan dan menaruh kepercayaan kepada Hancock untuk berubah…Nah, guys…apakah selama ini kita udah berani mengambil keputusan untuk mau mengubah hidup seseorang yang lost and lonely kayak gitu dengan kita membawa cinta Tuhan ke dalam hidup mereka sehingga mereka merasa dicintai lagi …??? Kalo belum, boleh coba deh mulai dari sekarang kita cek sekitar
kita kalo ada yang kayak gitu, boleh deh kita mulai memperhatikan dan membagi cinta Tuhan dalam hidup mereka. Memperhatikan hidup mereka bukan berarti kepo en TERLALU ikut campur dalam hidup mereka yahh….tapi, at least kita bisa membawa citra Tuhan ke dalam hidup mereka supaya mereka bisa semakin merasa dicintai oleh Tuhan & semakin juga bisa mencintai Tuhan …

Yang kedua, kita bisa ngeliat dari sisinya Hancock nya…guys, I know it’s hard to be lonely…gue tau en gue juga ngerasain pas gue disini…tapi pas tadi gue nonton, gue sadar waktu dia emang harus jauh dengan orang yang dicintainya untuk supaya bisa mempertahankan kekuatannya dan menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan kita…Guys, I know most of us are afraid to be alone…tapi coba deh…jangan langsung complain saat kita berasa lonely…mungkin aja Tuhan kepengen kita untuk lebih ‘mengembalikan kekuatan’ kita. Kekuatan untuk mencintai Tuhan dan sesama kita lebih lagi, kekuatan untuk menolong sesama kita yang emang Tuhan udah titipkan disekitar kita, kekuatan untuk lebih dekat kepada Tuhan, lebih banyak waktu untuk Tuhan dan orang-orang disekitar kita yang membutuhkan. Sedih juga waktu gue pindah kesini, karena gue ninggalin semuanya yang gue cintai di Jakarta, tapi satu yang gue sadar, mungkin Tuhan punya rencana yang indah untuk gue juga
didalam kesepian gue dan jauh dari semua orang yang gue cintai.

So, gue sering denger kalo Riko ngutip omongan JPII, “Don’t be afraid to be holy.”, mungkin dengan sharing gue ini, gue juga bisa ngomong ke temen-temen,

“Don’t be afraid to be lonely, because in loneliness, we have a strength to find God, to help people around us, to be HOLY, by loving God more and more…”

PS: Tapi kalo yang dah ga lonely lagi, yah keep your fire burns in your heart to serve and loving God more and more juga yah…hehehehehehehe! !!

Love & Peace,
GB…

Predictors, Reminder, Opportunities, Blessings, Lessons, Everywhere, Messages, Solvable..

Pagi tadi gue baru aja pergi ke sebuah toko buku di city. Sambil mengisi waktu gue ngambil sebuah buku, dan pas gue baca, mata gue ke-highlight sama kata-kata yang diatas semua itu.

-Predictors, sebetulnya asal katanya dari predict yang artinya meramalkan, atau juga seperti sebuah kejadian yang bisa kita duga kelanjutannya seperti apa. Dalam hidup kita, Tuhan biasanya selalu memberi suatu keadaan dimana membuat kita selalu berpikir bagaimana kelanjutanya langkah didalam hidup kita jika kita harus membuat sebuah keputusan untuk memilih. Secara logika manusia, biasanya kita selalu berpikir, berpikir dan berpikir dan sudah membuat seakan-akan kita bisa membuat masa depan sendiri sesuai dengan pikiran kita sendiri. Padahal, rencana Tuhan agar kita bisa menyerahkan semuanya kedalam tangan Dia supaya kita bisa berjalan melalui semuanya didalam hidup kita bersama Dia. Jadi mulailah baiknya kita belajar untuk berpikir ke depan bersama dengan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

-Reminders, dalam sehari-hari kita banyak hal yang menjadi reminder kita dari Tuhan agar kita selalu tetap berjalan bersama Tuhan, tapi seringkali kita lupa, ga ngeh, atau seringkali juga even kita tau, kita malah cuekkin. Dalam keadaan tertentu, mungkin reminder ini dating dalam bentuk yang kita ga suka sama sekali, malah terkadang kita menjadikan itu sebagai sebuah beban atau cobaan dari Tuhan. Padahal, itu semua adalah sesuatu yang dijadikan Tuhan sebagai reminder bagi kita untuk kembali kepada Tuhan supaya kita kembali berharap, kembali berpegang kepada Tuhan Allah yang satu. Jadi mungki dari sekarang baiknya kita juga semakin peka terhadap segala sesuatu dalam hidup kita, mungkin aja itu adalah reminders dari Tuhan supaya kita kembali kepada Tuhan.

-Opportunities, yang artinya adalah kesempatan. Kesempatan seringkali datang saat kita menganggap jika kita mendapat tawaran kerja yang menggiurkan, ato dapat tawaran untuk menduduki suatu jabatan di sebuah organisasi, atau apapun itu yang terlihat sangat menggiurkan bagi kemajuan hidup kita. Padahal tidak semua kesempatan itu dating ke hidup kita dengan begitu menggiurkannya. Terkadang banyak sekali kesempatan itu datang disaat yang tidak menguntungkan bagi diri kita, dan kita hanya menganggap itu hanyalah sebuah keadaan yang terus menekan kita, padahal saat itulah adalah kesempatan juga bagi kita untuk berserah kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan bekerja sepenuh-penuhnya dalam hidup kita agar hidup kita menjadi sebuah bukti hidup akan kebesaran Tuhan sendiri.

-Blessings, terkadang sama halnya seperti opportunities, kita seringkali hanya berpikir bahwa blessings atau berkat adalah segala sesuatu yang bersifat menguntungkan bagi hidup kita. Tidak salah memang. Tapi apakah saat kita menerima kesulitan kita juga akan berani menyebut itu berkat dari Tuhan?Apakah malah akan terdengar lebih sinis jika saat kita putus dari pacar kita dan kita menyebut itu berkat dari Tuhan?atau mungkin saat kita ga punya uang dan kita menyebut itu berkat dari Tuhan?Mungkin seringkali kita lupa bahwa didalam masa-masa sulit seperti itu berkat Tuhan dating untuk memulihkan pribadi kita, memulihkan hati kita yang sudah jauh dari Tuhan, memulihkan pikiran kita yang sangat manusiawi. Jadi, mulailah kita untuk mulai berani menyebut dengan hati yang besar didalam saat-saat yang sulit sekalipun berkat Tuhan selalu mengalir. Karena berkat itu juga banyak bentuknya.

-Lessons, selama gue hidup, banyak banget gue menuai pelajaran dari setiap hal di hidup gue, entah itu dari orang-orang sekitar gue, atau pun dari setiap hal yang terjadi dalam hidup gue, baik itu senang even susah. Tapi sama seperti berkat, saat kita susah sekalipun apakah kita bisa mengambil segala pelajaran dari segala hal yang kita alami even senang sekalipun? Terkadang saat kita senang aja kita suka susah untuk melibatkan Tuhan didalam kesenangan kita karena kita terlalu terlarut, atau malah saat senang kita hanya melibatkan Tuhan saja?Saat susah kita malah menyalahkan Tuhan? Padahal, seringkali Tuhan ingin mengajarkan kita dan membentuk pribadi kita lebih dewasa lagi melalui banyak hal, termasuk hal-hal yang sulit sekaipun.

-Everywhere, apa yang sudah kita sudah punya saat ini, pernah kah kita berpikir bahwa banyak orang disana yang juga mempunyai hal yang sama dengan kita. Segala talenta kita, segala hal di hidup kita, termasuk saat kita mengalami hal-hal yang sulit sekalipun, semua orang juga mempunyainya dan banyak orang juga mengalami hal yang serupa dengan kita. Yang membedakan itu semua adalah porsinya. Dan yang membuat porsi itu adalah kita sendiri. Apakah kita mau membagi itu dengan Tuhan? Ataukah kita hanya mau menanggung itu semua sendiri dengan menganggap kita mampu?

-Messages, bener banget semua pesan Tuhan sudah terangkum semua didalam alkitab. Tapi terkadang kalo teman-teman mao sedikit lebih peka didalam hidup, banyak banget pesan-pesan ynag Tuhan sampaikan kepada kita melalui segala hal didalam hidup kita. Mungkin dari orang-orang disekitar kita, atau mungkin juga dari semua hal yang kita alamin. Even dari hal-hal yang ga enak sekalipun, Tuhan seringkali juga memebrikan banyak pesan mungkin untuk kita, atau juga untuk orang lain juga.


-Solvable. Everything is possible. Yes, kadang keraguan kita dalam melangkah dalam hidup dengan banyaknya halangan dan rintangan membuat nyali kita menjadi ciut untuk terus berjalan bersama Tuhan. Seperti bacaan hari ini, saat Petrus melangkah keluar dari kapal untuk berjalan diatas air bersama Yesus, namun saat angin badai menghadang, Petrus mulai ragu dan tidak percaya. Seberapa parahnya keadaan kita, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, tapi terkadang kita aja yang selalu meninggalakan Tuhan, sehingga Tuhan juga susah menolong kita jika kita menjadi defensive. So, from now, keep it in your mind that everything is solvable as long as you involve Him more in your life.

So, apa sih yang dari tadi gue omongin? Mungkin pada bingung karena ga ada yang nyambung en ga ada juntrungannya.heheheheh….

Sekarang coba kalian rangkai semua huruf awal dari kata-kata diatas menjadi satu kata, terus coba baca lagi semuanya dari atas. Gue rasa semua akan mengerti apa yang gue omongin dari tadi.

Be greatful, be faithful, and be thankful.
God Bless…

Senin, 09 Juni 2008

Forever I will stand..forever I will sing...

Thousand times i failed...
Thousand times I fall...
And still I looking to Your face..

Thousand times I ran..
Thousand times I deny You..
But still Your mercy found me..

There's nothing more to lose, Father..
Cause I lose everything when I found You..
That's not mine for what I have in this world...
That all from You and it's all coming back to You...

All my pride..
All my hope...
All my shame...
All my wealth...
All my life...

That's all coming back to You...
Just take me, take mine as You want...
Cause I know, that's only the best that You have for me...
Only the best that You've planned for me...

And my promise will never chance...
I'll stand forever for You..
I'll sing forever for You...
I'll worship You forever in my life...
And spread Your love around me...

Sabtu, 07 Juni 2008

“ Jangan heran jika suatu hari Yesus menyangkal kamu…”

“ Jangan heran jika suatu hari Yesus menyangkal kamu…”

Hari jumat kemaren adalah jumat pertama. Seperti biasa, gue ikut misa jumat pertama di kantor nya Rhea di Mayapada jam 12.00, pas lunch jadinya.

Kira-kira dua misa yang terakhir, gue ‘kena’ banget sama homily nya, even gue ga kenal ama romo nya..hehehehe…tp homily nya menurut gue asik banget dan agak2 ekstrim sedikit sih.

Kata-kata diatas adalah salah satu kata-kata dalam homily nya romo itu.
Romo itu cerita, waktu dia masih didalam bimbingan suster-suster Belanda, dia mendapatkan sebuah postcard dari seorang suster yang sudah pulang ke Belanda karena sudah tua, dan di dalam postcard itu terdapat gambar salib yang disamping nya tertulis kata-kata, “ Jangan heran jika suatu hari Yesus menyangkal kamu…”,. Kata-kata ini dikutip oleh romo itu karena berhubungan dengan bacaan hari itu, yang diambil dari Matius 7 : 21-23, dimana Tuhan akan mennyangkal orang-orang yang walaupun sudah banyak melakukan mujizat, bernubuat, bagi nama Tuhan, karena Tuhan mengatakan bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa di surga lah yang akan masuk kedalam kerajaan surga, bukan orang yang berseru “Tuhan,Tuhan!”.

Jujurnya, kata-kata itu jadi bahan refleksi gue pribadi. Setelah gue renungkan semuanya itu, sebetulnya bener banget kalo itu hak nya Tuhan untuk menyangkal kenal sama kita. Sudah jadi hak nya Tuhan untuk masa bodoh sama kita, hak nya Tuhan untuk milih dari antara kita, siapa aja yng bias masuk ke dalam kerjaan Surga. Kita ga berhak untuk bilang jahat sama Tuhan, kita ga berhak untuk nge-judge Tuhan pilih kasih, sama sekali kita ga punya hak. Kenapa gitu? Bukan…bukan karena kita manusia dan Dia adalah Tuhan aja…tapi…coba deh renungin, kita sering banget nyangkal Dia, kita sering banget ga milih Dia dalam kehidupan sehari-hari kita, kita sering kali ga pernah ngikut sertakan Dia dalam segala hal dalam hidup kita, dan kita juga sering banget masa bodoh sama aware nya Dia buat hidup kita.

Yesus cuma minta kita selalu melakukan kehendak Bapa di surga kok. Hanya dengan itu saja kita bias masuk kedalam kerajaan Surga. Yesus ga minta kita berseru-sru selalu “Tuhan,Tuhan!”, Yesus juga ga minta kita melakukan banyak mujizat, bernubuat, dsb. But First of all, balik lagi kepada hati kita lagi, hati yang mau membuka pintu nya untuk apa yang Bapa di Surga kehendaki bagi hidup kita, hati yang selalu mau terbuka untuk diubahkan dan dibentuk selalu oleh Tuhan, hati yang selalu mengasihi Tuhan, dan hati yang selalu mau mengasihi sesama bukan dalam pelayanan saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Buat yang hanya berpikiran kalau semakin banyak memenangkan jiwa-jiwa, pelayanan dimana-mana, bernubuat, menyembuhkan orang sakit, membuat acara-acara besar, ataupun mempunyai organisasi yang solid dan besar, bisa mendapatkan ‘tiket’ untuk masuk kerajaan Surga….sayang sekali, kayaknya teman-teman musti di ‘reset’ lagi deh pikirannya, soalnya kayaknya Yesus ga bakal terima tuh…hehehehehe

It’s all coming back to our heart, guys…
A heart that always love Him more than anything…
A heart that always look to Him…
A heart that always seek His will…

Minggu, 01 Juni 2008

Unaware of everything...

" Unaware of everything...knowing You aware of me"


It's a nice words, gue ambil kata-kata itu dari salah satu lagunya MercyMe, yang sekarang gue lagi sering banget dengerin, sebuah band Christian Contemporary Band yang oke banget.

Pertama kali gue ga ngeh sama arti dari kata-kata itu. But after i read the lyrics, I've just realize, that i must unaware of everything in my life when i walk down all the things...but you can't describe it all as it seems. While we walking in our life, sometimes we afraid of everything in front of us, afraid with all the chance that God already put in our life for our future, afraid that we won't make it out.

Sampai saat ini gue berjalan di dalam Tuhan, even i fall and fall again, but i try to get up and try to walk again and confess all the things that i've done to Him. Cause i've just realize there's nothing that we can hide from Him. Gue selalu merasakan banyak banget campur tangan Tuhan saat gue menjalani hal-hal yang baru dalam hidup gue dan yang Tuhan taruh di dalam hidup gue secara cepat dan tiba-tiba. Saat gue berani mengambil kesempatan itu, gue ngerasa banget kalo saat itu adalah saat dimana gue ga bisa berpegang ke siapa-siapa lagi kecuali Tuhan. Karena pas saat gue mengambil langkah untuk berjalan tanpa gue mengetahui apa yang akan terjadi di depan sana, gue akan tahu bahwa Tuhan lah yang akan aware buat gue sepanjang gue berjalan didalam hidup gue...

Guys, semua balik lagi ke iman kita...

Gue tahu, mungkin kita semua ga punya iman segede biji sesawi....(kalo punya, gunung-gunung di Indonesia bisa pada pindah-pindah semua tuh...hehehehehe), tapi kalo dari pengalaman gue, kita semua pasti punya nyali a.k.a keberanian. Keberanian untuk melangkah, keberanian untuk maju ke depan, keberanian untuk meraih mimpi kita di dalam Tuhan. Of course, keberanian itu juga harus dipertimbangkan dengan akal yang sehat, dan kepekaan apa yang Tuhan mau didalam hidup kita. And the rest, we just unaware of everything that we fears, that we shame, knowing God will aware for us as long we walk in His way...

So, are you ready to be a Daredevil for Jesus????

just prepare to unaware of you fears, guys...

GOD bless....

Minggu, 18 Mei 2008

Thank You for Your faithfulness, Father...

So amazed...

I don't know is there any words to describe how i feel about Him...if i looking back until now.
Cause i think there's no words can represent about how we feel if He already spinning around in your life. Once you decided to gave Him a chance to involve in your life, you'll know there's nothing else for you to lose.

2 tahun terakhir ini merupkan tahun-tahun dimana gue ngerasa Tuhan paling banyak involve didalam hidup gue. Banyak banget ternyata yang selama ini Tuhan bilang langsung ke gue dan bener-bener Dia tepatin satu persatu dalam hidup gue. Bahkan sampai saat ini, sangat berlebih. Dalam segala segi kehidupan gue, Tuhan banyak cukupkan dan Tuhan juga merubah karakter gue dari orang-orang diseiktar gue dan dari orang-orang yang sangat gue sayangi.

Waktu akhir tahun kemaren gue sempet sharing di milis about the special journey of my life with a lot of lesson for the last 2 years.
Tahun 2008 udah jalan hampir 6 bulan. Gosh, that's really fast. Time running so fast in my life. And everything changes so fast.

Bulan depan kalo semua nya berjalan dengan lancar, gue akan pindah ke Singapore. Kebetulan gue dapet kerja disana. Gile man, 2 taon yang lalu, gue ga pernah punya pikiran dan keberanian untuk melangkah sejauh itu. Ninggalin semua yang udah settle di hidup gue di Jakarta. Ninggalin pelayanan gue. Ninggalin kerjaan gue dan keluarga gue di Jakarta dan ninggalin Rhea as my beloved one. Apalagi dengan meninggalkan komunitas gue dimana lagi semangat-semangatnya anak-anak untuk bikin acara ini itu dan bergerak menjangkau anak muda Katolik di Jakarta ini. Sedih abis,man...

Beberapa hari ini, gue cukup sudah tenggelam didalam kesedihan gue. Karena gue sedih meninggalkan juga beberapa masalah di Jakarta yang sudah menjadi salah gue karena ga pernah berani untuk mengangkat masalah ynag udah gue tahu ke permukaan. Tapi akhirnya masalah itu pun keangkat juga walaupun dengan cara dan waktu yang menurut gue salah.

Even gue masih belum tahu gimana nantinya tuh masalah dan adalah gambling saat gue nanti pergi, apakah nanti akan jadi lebih baik atau tambah buruk...we'll never know. Tapi satu hal, sejauh ini, Tuhan udah banyak menaruh kepercayaan sama gue untuk banyak menjalani perkara-perkara yang terjadi dalam hidup gue dan yang harusnya gue lakukan sekarang adalah tetap percaya ama Dia apapun yang terjadi, even musti nunggu, bingung dalam keadaan yang ga jelas dan blur, tapi yang penting kita tetap melakukan apa yang harusnya kita jalanin sebagai anak-anak Nya.

Waktu nonton Narnia yang baru, gue kena banget sama kata-katanya Aslan :

" Kejadian yang sama tidak akan terjadi berulang untuk kedua kalinya, tetapi apa yang akan terjadi nanti, itu masalah lain, dan aku akan selalu membantumu..."

I'm so greatful to having a god like You, Jesus...
I'm so glad having You in my life...

Thank you for Your faithfulness to me, Father...

Thank You....

Kamis, 03 April 2008

" Some people lives their dreams..." ( My Dreams-intraoduction)

" Some people lives their dreams..."

2 hari yang lalu, gue baru denger lagi sebuah lagu yang gue suka banget karena ini lagu bernada cukup positif untuk sebuah lagu patah hati...hehehehehe...

Dreams....entah kenapa, akhir-akhir ini, gue ama Rhea sering banget denger kata-kata 'dreams' di sekitar kita sejak Riko ngebahas soal 'dreams' di sel. Ga tau apa kah jd peka aja karena kata-kata itu jadi 'something' yg cukup membuat gue juga jd memikirkan soal mimpi-mimpi gue lagi ato emang Tuhan pengen ngasih tau 'something' soal 'dreams' sama gue.

Dari kecil, gue adalah anak yang cukup suka mengkhayal, bukan sekadar mengkhayal aja sih, tapi lebih ke 'harapan' akan sesuatu terjadinya tuh gimana nantinya. Even banyak banget yang ga sesuai dengan harapan gue terjadi, tapi tetep aja gue berharap, berharap dan berharap...

Gue juga tumbuh jadi anak yang cukup kuat dengan kemauan gue dan harapan gue akan apa yang akan gue lakukan nantina didalam hidup gue...tapi lambat laun, kemauan itu seakan jadi seperti ambisi dan perintah didalam hidup gue...jadi semuanya itu harus terjadi sesuai dengan yang gue mau kalo ga lama-lama mungkin gue bisa bete banget dan jd down...

Seiring gue jalanin hidup ini, banyak banget harapan-harapan gue yang ternyata berbalik 180 derajat...dari yang gue harapin baik adanya namun jadi sesuatu yang parah banget menurut gue...hasilnya adalah, gue jadi anak yang tumbuh depresif banget. Semua persoalan gue dateng terus-terusan seakan ga ada habisnya, masalah keluarga, pacaran, ekonomi, temen...rokok dan minuman akhirnya gue jadiin pelarian dari depresif nya gue itu dan gue jalanin semuanya tanpa ada harapan sama sekali akan masa depan gue dan akan apa yang akan gue lakukan nantinya...

Gue mematikan semua mimpi-mimpi gue sendiri...
dan gue menganggap kadang hidup ini gak adil banget...

sekitar 8-9 tahun gue hidup didalam kekosongan itu sampe akhirnya Tuhan menaruh satu harapan didalam kerinduan gue bermusik...saat gue mulai bermusik, tanpa gue sadar Tuhan menaruh harapan didalam hidup gue melalui musik...dan akhirnya Tuhan pun menaruh kerinduan didalam diri gue untuk melayani juga di bidang musik.

Setelah gue balik ke pelayanan lagi, banyak gue belajar tentang mimpi-mimpi...gue juga banyak belajar bagaimana cara untuk bermimpi yang benar sehingga semuanya gue bisa bawa ke dalam tangan Tuhan agar semakin Tuhan sempurnakan semuanya dan bisa menjadi bagian dari rencana Nya bagi hidup gue sendiri...

Ga gampang juga bagi seorang Leo untuk belajar menerima semuanya yang tidak sesuai dengan apa yang gue sendiri ingini...tp satu yang bisa gue belajar, saat semuanya kita udah pasrahin sama Tuhan dan dengan taat ngejalanin semuanya itu bersama Tuhan...kita akan semakin ngeliat dan mengenal apa yang Tuhan mau didalam hidup kita...

Semakin hari dan sampai saat ini, gue banyak belajar untuk terus berharap tanpa berharap bahwa semuanya akan terjadi sesuai dengan kehendak gue...
Saat gue mempunyai mimpi, gue mengeluarkan semua yang menjadi harapan dan mimpi-mimpi gue tanpa terkecuali satupun....gue berharap seperti anak kecil yang berharap untuk mendapatkan mainan yang gue pengen pada saat natal tiba...tapi, saat gue sudah membentuk mimpi gue, gue menaruh mimpi gue menjadi sebuah harapan didalam hidup gue...biasanya, saat kita menaruh mimpi kita menjadi sebuah harapan, kita semua berharap bahwa mimpi kita akan menjadi apa yang udah kita impikan dan kita rencanakan...tapi gue belajar, untuk menjadikan harapan itu menjadi apa yang Tuhan kehendaki walaupun dengan resiko yang gue tahu ga bakal jadi seperti yang gue ingini...tapi gue tahu yang akan terjadi...lebih baik dari yang gue mau dan lebih baik dari yang gue rencanakan...dan lebih baik dari yang gue impikan...

Waktu demi waktu gue terus belajar akan apa yang artinya menaruh harapan kita di tangan Tuhan...dan saat gue terus belajar, dan belajar...

I'm addicted for God's will..

Gue kecanduan ngeliat perbuatan-perbuatan besar Tuhan yang akan terjadi didalam hidup gue...
Gue kecanduan ngeliat Tuhan merubah seluruh apa yang udah gue rencanakan didalam hidup gue...gue kecanduan amaTuhan untuk mengobrak-abrik hidup gue...karena gue tahu...
Tuhan punya rencana yang lebih baik dari gue...jauuuhh lebih baik...dan itu yang ga akan pernah berubah dari gue buat Tuhan...

Kalo boleh gue lanjutin kata-kata dari judul blog gue yang ini....

"Some people lives their dreams....Some people don't..."

Gue disini ngajak temen-temen semua, untuk belajar 'lives your dreams' juga...sekalian melanjuti apa yang udah disampaikan Riko juga soal 'dreams'...

Belajar untuk 'lives your dreams with Him'...

Keep your faith in Him...

Btw, ada yang bisa nebak kata-kata itu dari lagu apa...???
hehehehehehe....

Selasa, 01 April 2008

being a "superhero"...

"...being a superhero, hmmh...sound sweet & yummy....hahahaha....but you know what...is not easy being a superhero...

masih inget film Die Hard4.0..?? Inget waktu John McClane ditanya ama anak cowo hacker yang nemenin dia, kenapa dia mao melakukan ini semua?menyelamatkan orang-orang dari serangan bom, dll? dan dia cuma bilang "Karena tidak ada lagi orang yang mau melakukan ini semua..."
Padahal waktu itu keadaan dia sendiri lagi parah banget. Anak satu-satunya di sandera teroris, dia cerai dengan istrinya, dan dia pun dah engga punya kerjaan tp tetep aja dia masih mao care dengan sesama dan dunia ini...

Dari sewaktu gue kecil, gue suka banget baca komik...mengidolakan banyak sekali seuperhero, ada yang berkelompok, ada juga yang sendiri...kata temen gue, kalo kayak google V ato power ranger, justru yang jagoannya adalah monsternya....soalnya dia yang di keroyok ber-5 (hahahahha...apa coba..??!!)

Dari banyak superhero yang sendiri, kebanyakan dari mereka punya satu kesamaan...
perhatiin deh...mereka semua kebanyakan kesepian, hidupnya berantakan, selalu gampang dipuji-puji, tapi gampang juga di caci maki...
kebanyakan dari mereka juga pengen punya normal life di luar kehidupan mereka sebagai superhero...dan satu lagi, mereka bukan orang yang kuat sebenarnya...mereka sebenernya adalah orang-orang yang totally rapuh banget. Saking rapuhnya, kadang mereka gampang banget jatuh didalam kerapuhannya sendiri...dalam luka-luka masa lalu nya...dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang terluka akan masa lalu nya...

Spiderman, ini adalah salah satu superhero favorite gue...kalo mao diliat, dia adalah salah satu superhero yang paling doyan bercanda waktu berantem ama musuh nya...dia paling fun bgt en ga gampang marah, dan cepet banget berpikir dalam situasi-situasi yang terdesak sekalipun...tapi kalo temen-temen tau latar belkangnya...dia dipenuhi rasa bersalah karena kehilangan pamannya, Ben Paker...saat dia ga bisa mencegah pembunuh pamannya yang ternyata perampok yang dia hausnya bisa cegah dari awal dia ketemu...beda banget antara cerita film dan komik si...terus disamping kehilangan pamannya, tentu saja dia juga lebih dulu kehilangan orang tuanya yang kecelakaan pesawat...

Batman, kalo yang ini gue ngasih julukan 'James Bond' berkostum...hehehehe...soalnya ini adalah salah satu superhero yang cuma modal peralatan doank...hehehehe...
tapi kalo mao diliat dari kemampuan nya bela diri dan kemauan nya untuk membela keadilan...dia terluka karena orang tuanya sendiri dibunuh di depan matanya sendiri sewaktu dia masih kecil...dan itu yang menyebabkan dia ingin terus membela keadilan...

Superman, gue suka banget dengan penggambaran dia dari sisi manusianya waktu di film Superman returns...begitu besar kekuatannya...tapi buntutnya...tetep aja dia engga bisa meng-handle semua masalah di satu dunia ini karena bagaimanapun besarnya kekuatan dia, dia hanyalah manusia juga kan??

Guys, sadar ga sih, kita-kita yang udah di pelayanan itu kayak superhero-nya Tuhan. Kenapa kita semua mau terjun ke pelayanan, karena gue yakin semua nya mencintai Tuhan dan mau melayani, mencintai dan menolong sesama kita untuk semakin membesarkan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Gue juga yakin kalo kita semua pun punya luka-luka dari masing-masing masa lalu dan kehidupan kita yang harus terus kita bawa pergumulnnya selama kita berjalan didalam jalan Tuhan kita Yesus Kristus. Tapi apa bedanya kita dengan sesame kita yang belum kenal Tuhan??? Bedanya adalah, kita tahu kalo walaupun kita jatuh, kita ga sendirian, ada Allah yang setia yang selalu nemenin kita kemana aja, dan oleh sebab itu kita juga bisa bangkit lagi dari kejatuhan kita...berkali-kali jatuh, tapi berkali-kali juga bangkit lagi…

Jaman sekarang, gue yakin ga banyak juga orang yang punya pure heart untuk melayani Tuhan dan mao take a chance to help people around them, ga banyak juga orang yang mau melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Gue suka sedih aja kadang-kadang kalo baca berita-berita sekarang, seakan sudah semakin sedikit sekali orang di luar sana yang menganggap Tuhan itu ada. Kekerasan, korupsi, bencana, dan semuanya semakin membuat manusia menjauh dan menjauh dari sisi kemanusiaannya…

Guys, sebagai pelayan-pelayan Tuhan, banyak banget yang harus kita lawan dan orang-orang yang harus kita bantu disini. Lawan kita disini bukanlah monster ataupun sejenisnya didalam film-film superhero, tapi kekerasan, dan teman-temannya itulah yang harus kita lawan…

Mulailah menjadi ‘superhero’ bagi orang-orang disekitar kita…bukan untuk meng-katolik-kan mereka, atau membawa mereka ke PD dan lain sebagainya…tetapi pertama-tama lebih kepada membagikan cinta dan kasih Tuhan kepada mereka yang membutuhkan. Melayani dan mencintai mereka yang tidak mengenal Tuhan kita supaya mereka bisa melihat dan percaya Tuhan Yesus yang terpancar dari perbuatan-perbuatan kita, bukan dari omongan kita saja…jadilah terang untuk sesamamu…

So…what are you waiting for???

Senin, 31 Maret 2008

Promises's Poetry...

In my eyes, You never change
Still seeking to Your heart for the everlasting peace
By the great of Your mercy
I walk down the road that You’ve made for me

When I’m down, You step down and save me
When I’m blind, You take my hand and guide me
When I’m falling, You catch me so I can stand again
When I’m dying , You give me a breath of hope

In my promise, I swear, I never change
Running to You always in every second that I breathe
By the guidance of Your spirit
I’ll cross the river that You put me to go through

Never changing
Never fading away
All that I’ve done, all that I will
It’s never hiding from You
Coz You know it so well…
You know me…
Better than I do…
What am I without You now?
What am I…?

waiting...

Kadang-kadang…mmm…selalu sih…kita selalu bete sama dengan apa yang dibilang menunggu…
Yang ada…kita selalu punya pikiran pertama kali pas denger disuruh nunggu, bukannya sabar tapi malah mikir…”mao ngapain yah gue sambil nunggu??”
Kita pasti selalu mikir untuk cari kegiatan lain sambil menunggu…ato kadang-kadang kita malah bilang “okeh deh, besok aja ato next time deh kalo dah ada kepastian”…
Bener ga..?

Kita memilih untuk tidak menunggu terhadap apa yang sudah menunggu kita juga disana…kita lebih milih untuk cari cara yang cepat ato juga yang paling sering gue temuin di jalan adalah orang yang suka marah-marah di jalan karena gak mao menunggu lampu merah ato lagi macet ato dll deh…

Sometimes kita cuma concern pada hasil akhir aja…kita hanya concern sama apa yang ada di depan sana…

But you know what…udah tau kalo menunggu adalah suatu proses..?
Menunggu membutuhkan waktu…
karena…
Proses juga membutuhkan waktu..

Disaat kita (yang cowok-cowok) disuruh nunggu ama cewek yang kita suka untuk menanti sebuah jawaban diterima ato engga jadi pacar…dalam masa menunggu itu…pastilah si cewek juga liat gimana proses tuh cowok dari sikapnya, sifatnya, jalan pemikirannya, dll…jadi masa menunggu itu juga merupakan sebuah proses untuk si cewek mengenal tuh cowok….

Begitu juga dengan waktu menunggu kita dalam segala hal…
Tuhan kita Yesus Kristus juga banyak memberikan kita waktu menunggu dalam segala hal untuk memproses kita…dalam menunggu, kta juga di proses untuk menjadi lebih dewasa lagi didalam Tuhan…
Karena didalam menunggu…kita melawan semua rasa tidak sabar kita…
Kita belajar untuk berpikir secara positf…
Dan yang lebih penting adalah…
Belajar untuk discernment dan mencari tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita sendiri…
Karena segala apa yang kau alami…belum tentu itu yang menjadi kehendak Dia…tapi itu menjadi kehendak kita yang mengambil keputusan berdasarkan logika dan kehendak bebas kita yang sudah Tuhan berikan kepada kita…
Dan menunggu adalah waktu dimana Tuhan juga melihat…apakah kita sudah mempunyai waktu yang cukup untuk menerima janiji-janjinya Dia…

So guys…
Masih bete untuk menunggu…??
Mungkin bakal ada yang bilang…”liat-liat waktu kali yee…kalo buru-buru yah engga..”
Hehehehe…
Ngerti kok…tapi dari pengalaman hidup gue…Tuhan nyuruh gue waktu untuk nunggu adalah waktu dimana Tuhan jga nyuruh gue untuk cooling down sebentar…cari tahu kehendak Dia…dan ngobrol ama Dia…

So…
Dari sharing gue…coba deh sometimes spend time waktu kita kalo emang dah waktunya untuk nunggu…jangan grasak-grusuk kayak tikus masuk dapur…(ratatouille donkz…!!) hehehehe…tapi coba deh spend itu waktu untuk berdua ama Dia ngobrol en cari ahu apa ang Dia mao dalam hidup kta…

Karena didalam menuggu selalu ada harapan…didalam pengharapan selalu ada iman…dan iman selalu disertai dengan kasih…

Mmm..iman, pengharapan dan kasih…hmmm…bukannya itu juga yang rasul Paulus bilang dalam suratnya ke Roma bab 5:1-10..??

So what are you waiting for…just wait and see for the amazing and incredible works of HIS hands in our life…

Life is...

"...for me, life is like TV serial with many episode in one seasons...and it always changing every few episodes...and you like continuing your life in every different seasons...

pernah gak ngerasain kayak yang diatas...?
gue adalah penggemar serial TV dari kecil...terutama serial TV luar. dalam beberapa episode, selalu aja semuanya pasti berubah...jadi season yang baru, dengan pemeran-pemeran pengganti yang beda, tapi pemeran utamanya tetep, yaitu kita...

dengan suasana yang beda, mungkin kayak tempat kerja yang beda, dengan teman-teman keseharian yang berbeda-beda di tiap season nya, semuanya itu menjadikan serial TV yang lagi kita mainkan menjadi semakin menarik di setiap harinya...dan tentu saja dengan arahan sutradara yang handal..namanya Yesus Kristus...hehehehe...

dan season demi season ini akan terus berlanjut dan diri kita pun semakin berkembang di dlam kehidupan ini seiring dengan jalannya waktu...

tapi yang namanya kehidupan, semua juga tergantung gimana kita ngejalanin nya...mao bersifat seperti apa serial TV yang kita lagi jalanin...apakah seperti Heroes, CSI, atau mungkin Full House, Friends....its all up to us yang ngejalanin nya...tapi semua itu juga ga lepas dari campur tangan Tuhan yang selalu menyertai kita tentunya...

Sampai detik ini, gue bersyukur banget dengan season demi season yang gue jalanin di dalam kehidupan gue bersama dengan Tuhan, mungkin someday gue akan flashback semuanya dan bakal gue compile semuanya dalam suatu biografi dari kehidupan gue sebagai sebuah kesaksian akan besarnya campur tangan Tuhan di dalam hidup gue...amin.

so, gimana dengan hidup kalian semua,guys..??